Lamban Inspirasi kembali menyelenggarakan Diskusi Publik Seri 3, sebagai bagian dari komitmen dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan ini mengusung tema “Menanamkan Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama” dan akan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 19.30 WIB secara daring melalui platform Zoom.

Diskusi ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan berbagai tokoh lintas latar belakang, baik dari kalangan akademisi, tokoh agama, maupun praktisi sosial. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi sekaligus refleksi bersama terkait pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.

Pada diskusi seri 3 ini, lamban inpirasi menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi dari berbagai latar belakang, di antaranya Dr. Agus Hermawan, M.H.I selaku Founder Lamban Inspirasi, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag yang merupakan Kaprodi AFI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Citra Wahyuni, M.Si selaku Kaprodi PPI UIN Raden Intan Lampung, Ken Setiawan sebagai Pendiri NII Crisis Center, Romo Roy selaku Ketua Komisi Hak dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, serta dimoderatori oleh Dr. Ahmad Fauzan, M.H yang merupakan Sekretaris Prodi HES UIN Raden Intan Lampung.

Dengan menghadirkan pembicara dari beragam latar belakang keilmuan dan pengalaman, dan diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif mengenai konsep toleransi, baik dari sudut pandang agama, sosial, maupun kebangsaan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu membangun sikap saling menghormati di tengah perbedaan keyakinan.

Founder Lamban Inspirasi, Dr. Agus Hermawan, M.H.I, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan ruang dialog yang sehat dan konstruktif. Menurutnya, toleransi bukan hanya sebatas konsep, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui diskusi ini, kami ingin mengajak semua kalangan untuk tidak hanya memahami pentingnya toleransi antar umat beragama, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Keterlibatan tokoh seperti Ken Setiawan yang dikenal aktif dalam isu deradikalisasi, serta Romo Roy dari unsur keagamaan non-Muslim, menjadi simbol kuat pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga persatuan bangsa.

Diskusi Publik Seri 3 Lamban Inspirasi ini menjadi bukti bahwa upaya menanamkan nilai toleransi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan serta langkah nyata dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.