Apa Hikmah ziarah kubur?
1. Mengingatkan Akan Kematian dan Kehidupan di Akhirat
Melakukan ziarah kubur mengingatkan manusia akan adanya hari kematian dan kehidupan selanjutnya di akhirat. Dengan mengingat kematian dan kehidupan di akhirat, dapat mendorong manusia untuk semakin rajin dalam beribadah, semakin semangat dalam berbuat kebaikan, dan beramal saleh.
Diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri pernah melakukan
ziarah kubur ke makam ibunya yang ada di Madinah. Rasulullah
SAW pun pernah menyampaikan bahwa berziarah kubur dapat mengingatkan manusia
dengan akhirat. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat
Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي
زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ
Artinya: "Aku pernah melarang kalian
berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi makam
ibunya. Maka berziarahlah, karena berziarah kubur itu dapat mengingatkan
akhirat" (HR. Tirmidzi).
Hikmah lain dari ziarah kubur adalah diampuninya dosa. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mu'jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19:
عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " مَن زارَ قبرَ أبَوَيهِ أو أحَدِهِما في كُلِّ جمعةٍ غُفِرَ لَهُ، وكُتِبَ بِرًّا
Dari Abi hurairah berkata, Rasulullah bersabda:
Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap
hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak
yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya".
Berziarah kubur dapat memberikan kesadaran bagi manusia, bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah. Sekuat-kuatnya manusia ataupun sebesar-besarnya kekuasaan manusia, ia tetap sangat lemah di hadapan Allah, karena hakikatnya manusia memang diciptakan dalam keadaan lemah. Hal ini sebagaimana dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 28:
4. Menghindarkan Diri, Dari Cinta Dunia yang Berlebihan
Hikmah dari berziarah kubur selanjutnya adalah menghindarkan manusia dari cinta dunia yang berlebihan. Hakikatnya kehidupan di dunia hanyalah bersifat sementara. Maka dengan Melakukan ziarah kubur, akan menjadikan manusia sadar, akan kemewahan dunia yang akan hilang pada masanya. Sesungguhnya kehidupan yang kekal abadi hanyalah kehidupan di akhirat. Kenikmatan yang dirasakan manusia di dunia pasti akan ditanyai di akhirat kelak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Takatsur ayat 8:
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
"Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada
hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia" (QS.
At-Takatsur: 8).

0 Komentar